Manusia. Dia akan dianggap manusia ketika dia bisa me-manusia-kan manusia-manusia lainnya.
- oOo -
Era teknologi semakin maju pesat. Hampir di semua sendi kehidupan kini tak ada yang luput dari cumbuan mahluk satu ini. Mulai dari yang namanya komputer sampai yang lagi 'booming' di gerombolan kanca-kancaku sekarang, smartphone kalo ndak salah.
Terus, kenapa dengan smartphone, teknologi, dan segala tetek bengeknya? Kalau masalah tiga hal diatas tadi aku ndak ada masalah. Tapi, efeknya itu lho, njancuk'i. Asu-lah pokok'e.
Kemajuan pesat teknologi tadi akhirnya mewabah ke hampir semua kanca-kancaku. Lha yang nggarai aku misuh-misuh kui begini, ketika mereka asik dengan smartphone dan sekutunya tadi mereka jadi lupa diri. Kanca-kancaku yang tadinya sering ketemu, kumpul bareng (tapi ndak kumpul kebo), ngopi sekarang berubah. Bukan tiba-tiba jadi ndak pernah ngopi. Ngopinya tetep, tapi forum ngopinya tadi jadi beku. Kaku. Mati. Terus, ndak salah juga kan aku ngomong ASU!! kalau sudah begini keadaannya.
Yang namanya teknologi, gadget, dan kroni-kroninya ini selayaknya membantu kerja manusia toh? Akhirnya terkait situasi semacam ini muncul begini 'teknologi itu bisa mendekatkan yang jauh'. Ungkapan itu sama sekali ndak meleset memang. Tapi, akhirnya ada ungkapan yang lebih mathuk. Begini, 'teknologi itu mendekatkan yang jauh, sekaligus menjauhkan yang dekat. Ya, aku rasa itu hal yang paling tepat terkait relita yang aku alami sendiri. Lha, kalau sudah di tempat ngopi terus manungso-manungsonya podho meneng (diam), terus gae opo ngopi bareng?
Aku kembalikan ke kalimat di awal tadi. Kalau manungso (manusia) mau dianggap manungso, yo mbok ya'o (ya seharusnya) memanusiakan manusia lainnya.
Ini hanya realita sempit yang coba saja ejawantahkan dan saya bingkai. Apa kalian merasakan hal yang sama? Atau kalian malah bagian dari golongan yang saat kumpul bareng kanca-kancamu lebih asik ber-bbm, ber-line, ber-sms atau ber-ber yang lain daripada ngobrol dengan kawan kalian? Saat kalian melakukan hal-hal yang asosial macam contoh diatas, apakah kalian pantas menyebut diri kalian manungso alias manusia?
Monggo dipikir, karo nyruput kopi yo ra popo. Dan jangan lupa juga RENUNGKAN!!
Jember, 12 Agustus 2014
0 komentar:
Posting Komentar