Rabu, 13 Mei 2015

Kopi ?


Minggu petang, ketika intensitas hujan sedang tinggi-tingginya. Dua insan sedang terburu-buru masuk ke kedai kopi yang nampak masih lengang. Mereka duduk di sebuah meja di bagian tengah kedai. Si pria memberi kode pada pelayan untuk memesan menu. Pelayan memberikan daftar menu pada dua sejoli  yang kedinginan dan basah kuyup tersebut. Si Wanita segera menyambar daftar menu sekaligus secarik kertas kecil tempat mereka menulis pesanan. “Hot Cappucino”, segera dia menulis pesanannya. ”Dirimu pesen apa, nda?”, “seperti biasa? Kopi hitam? Pahit kan?”, memberondong lelakinya yang masih mengeringkan rambutnya akibat kehujanan tadi. Si-Pria menjawab pendek, “Oke..”

Lima menit berselang, dua minuman tersaji manis di hadapan dua sejoli ini. Dua buah cangkir bening dengan isi yang berbeda. Kopi hitam dan cappucino panas menguarkan aroma berbeda menyatu bersama aroma tanah basah yang diguyur hujan. “Kenapa tiap ngopi mesti pesen kopi hitam? Pait lagi?”, “Sekali-sekali gantilah nda..” berondong si-wanita sambil memajukan bibirnya tanda sedikit keberatan dengan rutinitas belahan jiwanya. “Kopi hitam itu kopi yang paling tinggi kadar kafeinnya” ,jawab si-pria sambil sedetik kemudian menyesap kopi hitam pesanannya. “nah, maka dari itu, kan kafein ndak baik buat kesehatan”, sergah si wanita. “Ndak baik buat tubuhmu, liat tubuh kurus gitu”, belum selesai si-wanita bicara, si-pria memotong “tapi kamu mau kan sama yang kurus begini?”, kemudian tawa mereka pecah ditelan hujan yang semakin deras. “Tapi, dirimu ndak tahu kan sebenarnya kafein di kopi itu banyak manfaatnya loh buat tubuh”. “Alah, itu kan cuma alibimu aja sebagai penggila kopi, pembenaranmu”. “Ini serius, hmmm… sebentar aku ingat-ingat dulu. Kafein itu punya efek memperbaiki suasana hati, bisa meningkatkan daya ingat, trus bisa meredakan migrain, membuat lebih kita awas, bahkan bisa mengurangi stress dan buat kita lebih santai loh”, jawab si pria dengan bersemangat. Si-Wanita hanya cekikikan sambil mulai meminum hot cappucino pesanannya. Dalam hatinya ada sedikit geli dan rasa heran, dapat darimana pengetahuan macam begini. Yang dia tahu, setiap hari belahan hatinya ini tak pernah lepas dari kopi hitam.


Sebuah studi di Amerika 2010 silam, Perkumpulan Peneliti disana menyatakan jika minum kopi sebanyak 2 sampai 3 cangkir sehari dapat menurunkan peluang terserang parkinson sebesar 25%, bahkan penelitian ini tercantum dalam Journal Of American Medical Association. Tak mau kalah, Havard University juga melakukan penelitian di tahun 2011, yang menemukan jika orang yang sering mengkonsumsi kopi dapat menurunkan resiko depresi sebesar 20%. Hal ini dinilai juga bisa menurunkan angka bunuh diri sampai 50%. Hal ini dikarenakan orang yang suka kopi secara tidak langsung mengkonsumsi semacam zat penenang yang bernama Norepinefrin. Hormon ajaib yang bisa memberi energi tubuh secara tiba-tiba. Bahkan peneliti dari Chichago, Siemur Diamond berhasil menemukan bahwa kafein yang ada di teh dan kopi jika dikonsumsi pada kadar tertentu sanggup mengurangi sakit kepala. Kandungan kafein pada kopi juga dipercaya mampu meredakan migrain dengan meningkatkan kadar serotonin tubuh. Karena pada dasarnya serotonin ini memberi efek nyaman dan senang pada manusia.

Hujan semakin deras, tapi tak tampak kebosanan diantara dua insan ini untuk mencoba mengenali kopi. Si-Wanita justru tampak semakin antusias mendengarkan belahan jiwanya bak dosen yang memberi kuliah paling asyik sepanjang hidupnya. “Eh, senyum-senyum ndak jelas begitu maksudnya apa? Kamu gak percaya sama omonganku, nda?”. “Ah ndak kok, aku cuma ngebayangin kalau ada mata kuliah ‘Kopi dan Sejarah’ atau ‘Sejarah Kopi’ pasti dirimu jadi orang yang bisa dipastikan dapat nilai sempurna di akhir semester”, jawab si wanita sambil wajahnya memerah. “Wah, apalagi matakuliahnya sks-nya banyak, pasti nilai akhir bakal cumlaude”. Sedetik kemudian tawa mereka pecah dan kembali lebur bersama suara air hujan yang menghujam atap tempat mereka berteduh saat ini.

Di Indonesia kopi mulai dikenal sejak 1696 yang dibawa oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) ke bumi Nusantara. Sejak saat, itu VOC kemudian menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas dagangan dan menyebarkannya ke penjuru daerah supaya para penduduk di daerah-daerah menanamnya.

”Dirimu tau ndak, dalam sejarah di Inggris sempat ada larangan ngopi loh?”. Ah, dirimu bercanda kan? Masa’ ada larangan buat santai sambil ngopi macam begini?”.”Bahkan King Charles II sempat melarang berdiri dan beroprasinya kedai kopi. Ini karena dia takut jika nantinya kedai kopi bakal dijadikan tempat berkumpul para pemikir yang bisa saja tak setuju dengan kebijakan dan ide politik sang raja, itu terjadi sekitar tahun 1600-an gitu nda”.”Iya-iya aku percaya pak dosen”,seloroh si-wanita sambil mencubit pipi sebelah kanan kekasihnya. Lalu, untuk kesekian kalinya tawa mereka berdua pecah beriringan, seiring hujan yang perlahan mulai mereda.

“Tuh, hujan sudah reda, kuliah hari ini diakhiri ya pak dosen? Hari juga semakin larut”, ajak si wanita sambil memakai jaketnya yang belum benar-benar kering. “Oke,aku ke kasir dulu..”. Lalu, sepasang manusia tadi pergi bersama meninggalkan cafĂ© dengan rasa masing-masing, terlebih untuk si wanita. Dia bahagia dekat dengan pecinta sekaligus pengamat kopi yang dicintainya.


Fin ~

0 komentar:

Posting Komentar