Minggu petang, ketika intensitas hujan
sedang tinggi-tingginya. Dua insan sedang terburu-buru masuk ke kedai kopi yang
nampak masih lengang. Mereka duduk di sebuah meja di bagian tengah kedai. Si
pria memberi kode pada pelayan untuk memesan menu. Pelayan memberikan daftar menu
pada dua sejoli yang kedinginan dan
basah kuyup tersebut. Si Wanita segera menyambar daftar menu sekaligus secarik
kertas kecil tempat mereka menulis pesanan. “Hot Cappucino”, segera dia menulis pesanannya. ”Dirimu pesen apa, nda?”, “seperti biasa?
Kopi hitam? Pahit kan?”, memberondong lelakinya yang masih mengeringkan
rambutnya akibat kehujanan tadi. Si-Pria menjawab pendek, “Oke..”.
Lima menit berselang, dua
minuman tersaji manis di hadapan dua sejoli ini. Dua buah cangkir bening dengan
isi yang berbeda. Kopi hitam dan cappucino
panas menguarkan aroma berbeda menyatu bersama aroma tanah basah yang diguyur
hujan. “Kenapa tiap ngopi mesti pesen
kopi hitam? Pait lagi?”, “Sekali-sekali gantilah nda..” berondong si-wanita
sambil memajukan bibirnya tanda sedikit keberatan dengan rutinitas belahan
jiwanya. “Kopi hitam itu kopi yang paling
tinggi kadar kafeinnya” ,jawab si-pria sambil sedetik kemudian menyesap
kopi hitam pesanannya. “nah, maka dari
itu, kan kafein ndak baik buat kesehatan”, sergah si wanita. “Ndak baik buat tubuhmu, liat tubuh kurus
gitu”, belum selesai si-wanita bicara, si-pria memotong
“tapi kamu mau kan sama yang kurus
begini?”, kemudian tawa mereka pecah ditelan hujan yang semakin deras. “Tapi, dirimu ndak tahu kan sebenarnya
kafein di kopi itu banyak manfaatnya loh buat tubuh”. “Alah, itu kan cuma
alibimu aja sebagai penggila kopi, pembenaranmu”. “Ini serius, hmmm… sebentar
aku ingat-ingat dulu. Kafein itu punya efek memperbaiki suasana hati, bisa
meningkatkan daya ingat, trus bisa meredakan migrain, membuat lebih kita awas,
bahkan bisa mengurangi stress dan buat kita lebih santai loh”, jawab si
pria dengan bersemangat. Si-Wanita hanya cekikikan
sambil mulai meminum hot cappucino pesanannya. Dalam hatinya ada sedikit geli
dan rasa heran, dapat darimana pengetahuan macam begini. Yang dia tahu, setiap
hari belahan hatinya ini tak pernah lepas dari kopi hitam.
Sebuah studi di Amerika
2010 silam, Perkumpulan Peneliti disana menyatakan jika minum kopi sebanyak 2
sampai 3 cangkir sehari dapat menurunkan peluang terserang parkinson sebesar
25%, bahkan penelitian ini tercantum dalam Journal
Of American Medical Association. Tak mau kalah, Havard University juga melakukan penelitian di tahun 2011, yang
menemukan jika orang yang sering mengkonsumsi kopi dapat menurunkan resiko
depresi sebesar 20%. Hal ini dinilai juga bisa menurunkan angka bunuh diri
sampai 50%. Hal ini dikarenakan orang yang suka kopi secara tidak langsung
mengkonsumsi semacam zat penenang yang bernama Norepinefrin. Hormon ajaib yang bisa memberi energi tubuh secara
tiba-tiba. Bahkan peneliti dari Chichago, Siemur
Diamond berhasil menemukan bahwa kafein yang ada di teh dan kopi jika
dikonsumsi pada kadar tertentu sanggup mengurangi sakit kepala. Kandungan
kafein pada kopi juga dipercaya mampu meredakan migrain dengan meningkatkan
kadar serotonin tubuh. Karena pada dasarnya serotonin ini memberi efek nyaman
dan senang pada manusia.
Hujan semakin deras, tapi
tak tampak kebosanan diantara dua insan ini untuk mencoba mengenali kopi.
Si-Wanita justru tampak semakin antusias mendengarkan belahan jiwanya bak dosen
yang memberi kuliah paling asyik sepanjang hidupnya. “Eh, senyum-senyum ndak jelas begitu maksudnya apa? Kamu gak percaya
sama omonganku, nda?”. “Ah ndak kok,
aku cuma ngebayangin kalau ada mata kuliah ‘Kopi dan Sejarah’ atau ‘Sejarah
Kopi’ pasti dirimu jadi orang yang bisa dipastikan dapat nilai sempurna di
akhir semester”, jawab si wanita
sambil wajahnya memerah. “Wah, apalagi
matakuliahnya sks-nya banyak, pasti nilai akhir bakal cumlaude”. Sedetik
kemudian tawa mereka pecah dan kembali lebur bersama suara air hujan yang
menghujam atap tempat mereka berteduh saat ini.
Di Indonesia kopi mulai
dikenal sejak 1696 yang dibawa oleh VOC (Vereenigde
Oostindische Compagnie) ke bumi Nusantara. Sejak saat, itu VOC kemudian
menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas dagangan dan menyebarkannya ke
penjuru daerah supaya para penduduk di daerah-daerah menanamnya.
”Dirimu
tau ndak, dalam sejarah di Inggris sempat ada larangan ngopi loh?”. Ah, dirimu
bercanda kan? Masa’ ada larangan buat santai sambil ngopi macam begini?”.”Bahkan
King Charles II sempat melarang berdiri dan beroprasinya kedai kopi. Ini karena
dia takut jika nantinya kedai kopi bakal dijadikan tempat berkumpul para
pemikir yang bisa saja tak setuju dengan kebijakan dan ide politik sang raja,
itu terjadi sekitar tahun 1600-an gitu nda”.”Iya-iya aku percaya pak dosen”,seloroh si-wanita sambil mencubit pipi
sebelah kanan kekasihnya. Lalu, untuk kesekian kalinya tawa mereka berdua pecah
beriringan, seiring hujan yang perlahan mulai mereda.
“Tuh,
hujan sudah reda, kuliah hari ini diakhiri ya pak dosen? Hari juga semakin
larut”, ajak si wanita sambil
memakai jaketnya yang belum benar-benar kering. “Oke,aku ke kasir dulu..”. Lalu, sepasang manusia tadi pergi bersama
meninggalkan café dengan rasa masing-masing, terlebih untuk si wanita. Dia bahagia
dekat dengan pecinta sekaligus pengamat kopi yang dicintainya.
Fin
~
0 komentar:
Posting Komentar