Banyak hal dan
benda-benda kecil yang remeh temeh berpotensi memunculkan kenangan yang tidak
biasa. Lumrahnya, kenangan bisa dimunculkan karena barang tersebut merupakan
pemberian seseorang yang spesial atau bisa karena momennya yang pas. Boleh jadi justru gabungan antara
keduanya.
…
Saya tidak ingat
betul kapan tepatnya tulisan ini dibuat. Yang saya ingat, kala itu Res
menuliskan hal ini bukan karena kelegaan hatinya sebagai manusia. Mungkin.
Boleh jadi sebagian motif dia menuliskan deskripsi ini saat dia bilang menemui
kesulitan dalam memulai menulis, begitu kalau saya tak salah ingat. Lalu, Edho
– dengan sigap memberikan arahan. Begini kalau tidak salah, “coba ae wes tulisen hal sing ono nang
sekitarmu saiki” (coba saja tulis hal yang ada di sekitarmu sekarang).
Kemudian,
saya tak memperhatikan betul apa yang jadi pilihan res sebagai ide tulisannya.
Yang saya ingat hanya tulisan ini ditulis di sepotong kertas seukuran A5 dengan
perpaduan biru langit dan merah muda. Di ujung bawah kertas tersebut terdapat
karakter kartun anjing berwarna putih dengan memakai setelan pilot pesawat
terbang. Sedang di ujung kiri atasnya terdapat beberapa karakter huruf dari
Negeri Ginseng – Korea. (Itu juga karena kebetulan saya temukan tempo hari saat
mencari catatan-catatan lawas).
Selesai
menuliskannya, serta-merta hasil tulisan tadi diserahkan pada saya. Saya
membayangkan kemudian, untuk apa tulisan ini? Tapi, dipikir-pikir kemudian tak
ada salahnya saya bawa. Siapa tahu kawan saya ini nanti menjadi penulis tenar
dan saya sudah memiliki beberapa baris tulisan lawasnya. Semoga.
…
Sore hari yang gerimis kuamati
sosok pria yang kurus dan berkulit sawo matang sedang bercakap-cakap dengan
beberapa orang temannya. Percakapan tersebut tampak sangat dinikmati, sering ku
dengar tawa dari lawan bicaranya. Pria berperawakan kurus ini bernama Adi,
teman se-LPM ku. Berkaos hitam dan seikat tali yang menempel di pergelangan
kiri tangannya menjadi gayanya di sore ini.
Ada yang bilang gayanya mirip
chaplin. Siapa chaplin? Tidak banyak yang tahu siapa itu chaplin. Tapi semua
orang pasti tahu siapa Adi.
Orang yang belum pernah memiliki
hubungan dengan perempuan ini memiliki cara tersendiri dalam berbicara. Setiap
kata atau kalimat yang keluar dari mulutnya selalu diakhiri dengan senyuman.
Yah, kata orang sih itu senyuman “aneh” karena mimik mukanya saat berbicara
selalu membuat orang tertawa. Seringkali tangannya selalu memegang atau meremas
sesuatu disaat percakapan mulai dibuka. Merengutkan dahi adalah ciri khasnya saat
dia mulai berfikir atas obrolan yang telah disampaikan.
…
Tak cukup
panjang memang yang dia tulis. Yang saya pikirkan kemudian, sepertinya ucapan Pram (Pramoedya Ananta Toer) ada
benarnya. Dia pernah bilang jika menulis
adalah bekerja untuk keabadian. Mungkin, momen di sore itu tak terlalu
penting apalagi menarik. Tapi, toh dengan
adanya tulisan itu bisa menjadi penanda dan sekedar pengingat kecil setelah
sekian waktu sesudahnya.
0 komentar:
Posting Komentar