Senin, 18 April 2016

Harta Karun Kecil

Banyak hal dan benda-benda kecil yang remeh temeh berpotensi memunculkan kenangan yang tidak biasa. Lumrahnya, kenangan bisa dimunculkan karena barang tersebut merupakan pemberian seseorang yang spesial atau bisa karena momennya yang pas. Boleh jadi justru gabungan antara keduanya.


Saya tidak ingat betul kapan tepatnya tulisan ini dibuat. Yang saya ingat, kala itu Res menuliskan hal ini bukan karena kelegaan hatinya sebagai manusia. Mungkin. Boleh jadi sebagian motif dia menuliskan deskripsi ini saat dia bilang menemui kesulitan dalam memulai menulis, begitu kalau saya tak salah ingat. Lalu, Edho – dengan sigap memberikan arahan. Begini kalau tidak salah, “coba ae wes tulisen hal sing ono nang sekitarmu saiki” (coba saja tulis hal yang ada di sekitarmu sekarang).


                Kemudian, saya tak memperhatikan betul apa yang jadi pilihan res sebagai ide tulisannya. Yang saya ingat hanya tulisan ini ditulis di sepotong kertas seukuran A5 dengan perpaduan biru langit dan merah muda. Di ujung bawah kertas tersebut terdapat karakter kartun anjing berwarna putih dengan memakai setelan pilot pesawat terbang. Sedang di ujung kiri atasnya terdapat beberapa karakter huruf dari Negeri Ginseng – Korea. (Itu juga karena kebetulan saya temukan tempo hari saat mencari catatan-catatan lawas).

                Selesai menuliskannya, serta-merta hasil tulisan tadi diserahkan pada saya. Saya membayangkan kemudian, untuk apa tulisan ini? Tapi, dipikir-pikir kemudian tak ada salahnya saya bawa. Siapa tahu kawan saya ini nanti menjadi penulis tenar dan saya sudah memiliki beberapa baris tulisan lawasnya. Semoga.


Sore hari yang gerimis kuamati sosok pria yang kurus dan berkulit sawo matang sedang bercakap-cakap dengan beberapa orang temannya. Percakapan tersebut tampak sangat dinikmati, sering ku dengar tawa dari lawan bicaranya. Pria berperawakan kurus ini bernama Adi, teman se-LPM ku. Berkaos hitam dan seikat tali yang menempel di pergelangan kiri tangannya menjadi gayanya di sore ini.

Ada yang bilang gayanya mirip chaplin. Siapa chaplin? Tidak banyak yang tahu siapa itu chaplin. Tapi semua orang pasti tahu siapa Adi.

Orang yang belum pernah memiliki hubungan dengan perempuan ini memiliki cara tersendiri dalam berbicara. Setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulutnya selalu diakhiri dengan senyuman. Yah, kata orang sih itu senyuman “aneh” karena mimik mukanya saat berbicara selalu membuat orang tertawa. Seringkali tangannya selalu memegang atau meremas sesuatu disaat percakapan mulai dibuka. Merengutkan dahi adalah ciri khasnya saat dia mulai berfikir atas obrolan yang telah disampaikan.


Tak cukup panjang memang yang dia tulis. Yang saya pikirkan kemudian, sepertinya ucapan Pram (Pramoedya Ananta Toer) ada benarnya. Dia pernah bilang jika menulis adalah bekerja untuk keabadian. Mungkin, momen di sore itu tak terlalu penting apalagi menarik. Tapi, toh dengan adanya tulisan itu bisa menjadi penanda dan sekedar pengingat kecil setelah sekian waktu sesudahnya.

                Tabik!

0 komentar:

Posting Komentar