Jumat, 27 Maret 2015

Gara-Gara Hudi - (Korban Dari Intervensi dan Hegemoni)

Jadi, bagaimana saya harus memulainya?. Hmmm..... Ah, iya malam terlalu malam kini dan pagi belum juga ceria untuk menyapa. Empat orang anak cucu adam belum juga mau berkompromi dengan lelahnya, mungkin berkat kerasnya kopi yang sudah mereka tenggak berjam-jam yang lalu.

Baiklah saya coba ceritakan apa yang terjadi sejam lalu. Kawan saya si-Reza a.k.a Puni baru saja rampung ngoprek sekaligus ngobrak-abrik halaman pribadi yang telah lama tak ia rawat (Sejatinya ia sudah membangun 'rumah' ini sejak 2012 yang lalu. Hmmm, cukup lama juga ya...). Mulai dari merubah tata letak dan mengganti cat yang dia rasa telah usang dimakan usia. 


Lalu, apa hubungannya? Bukankah terlihat wajar jika seseorang ingin merubah tampilan blog,web,facebook dan sejenisnya? Toh itu kan hal yang lumrah to? Ya, memang ini tampak lumrah, tapi coba tengok apa alasan dibaliknya. Ini semua bisa dikatakan hmmm... ya hegemoni. Sebuah teori yang dimunculkan antonio gramsci. Singkatnya si-Reza a.k.a Puni ini sudah lama melupakan kekasihnya yang dicintainya sejak lama, bahkan lagi-lagi karena diracuni kawannya yang lain ia berani melabuhkan hatinya ke tempat lain. sudutsenyap[dot]wordpress[dot]com itu nama kekasih barunya, kalau ndak salah. Tapi, dengan alasan yang ndak jelas-jelas amat 'bayi yang baru dilahirkan' ini akhirnya dimatikan. Ah, kejam sekali saya mengumpamakan ruang absurd bernama 'blog' dengan ciptaan Tuhan Yang Maha Segala-galanya. Hahahahaha... 

Kemudian, dengan merengek sambil salto (ini tidak terjadi kok sebenarnya), dia mulai lagi ada keinginan untuk 'merawat' anak yang tlah ia lahirkan. Ah, saya pikir dia dihantui rasa bersalah yang dalam.  Setelah ngoprek sana-sini, cari tutorial disana dan disini, dia rasa cukup. Dan beginilah jadinya tampilan rumah lama dengan rasa baru alah, bicara apa saya. Selanjutnya saya hanya bisa berharap, tapi tak terlalu toh seperti kata yang sedang booming belakangan - Aku Mah Apa?, sayapun tak mau terlampau jauh mengomentari apalagi mengintervensi.

Okelah, akhirul qalam saya hanya bisa memberi semangat semoga saja rumah lama-nya ndak lagi ditelantarkan di kemudian hari. Semoga saja ya Pun!.

Salam.








           
      
__________________________________
*) Mengenai rumah lama yang kembali coba disinggahi si-Reza a.k.a Puni, silakan meluncur ke http:hidungberbicara.blogspot.com. Lalu, Rasakan Sensasinya!

0 komentar:

Posting Komentar