Sabtu, 28 Maret 2015

Terus Saja Mencari, Itu Sudah Cukup

Kamu tahu? Banyak hal di dunia ini yang masih saja tak bisa diungkapkan dengan kata, bahkan untuk memberi hal-hal tersebut sebuah nama menjadi hal yang sangat jauh untuk bisa digapai. Kita manusia hanya bisa kemudian memberinya sebutan sebagai enigma, misteri. Kita manusia juga terkadang terlalu congkak bahkan seringkali lancang untuk mencari-cari sesuatu dibalik sesuatu itu sendiri. Kita terlampau keras kepala dengan membenarkan hal ini-itu secara serampangan. Tapi, bukankah itu mengasyikkan? Kita bergumul dengan ketidaktahuan lalu mencari tahu, hingga seringkali di penghujung pencarian kita harus mau mengakui yah,ini sudah cukup. Namun, sekali lagi tak banyak orang yang sudah mencapai titik tersebut, seringkali kita akhirnya harus mengatakan cukup padahal tak banyak yang sudah kita lakukan. Kalau, kata teman ngopi saya si-Hudi sih terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Lalu, bagaimana kita seharusnya bersikap atas hal ini? Saya rasa sederhana saja, kita sebagai manusia salah satu tugasnya adalah mencari. Yah, mencari. Cukuplah kita asyik dalam mencari tanpa harus kita menggebu mematok hasil supaya kita bertemu dengan yang namanya ‘tahu’. Klise. Memang, bukankah hidup dan kehidupan ini terlampau klise, bahkan untuk sekedar dijelaskan apa kehidupan itu sendiri. Mungkin kita perlu sekedar meluangkan waktu untuk menonton Dora The Explorer. Acara itu terlampau kekanak-kanakan, sekilas memang tampak seperti itu. Tapi, saya pernah mendengar kita berlu mencari gejala di dalam jelaga. Disini bukan tentang tayangan yang terlampau kekanak-kanakan, tapi ini soal pencarian dan keteguhan hati untuk tak sekedar berkata ‘sudah cukup’ padahal kita tak banyak melakukan apa-apa. Ini soal seberapa jauh keseriusan kita untuk tetap teguh dalam proses mencari itu sendiri.


Cari! Dan terus saja mencari. Sambil menari-nari atau yang lebih santai lagi cari sambil ngopi-ngopi. Kalau dirasa masih tersesat, cari-cari lagi saja sambil main PES di sekret. Wehehehehe... Ini juga berlaku buat yang lagi cari jodoh ehm..kok curhat ngene dadine? Saya rasa ini cukup, saya tak mau macam para petuah yang nggacor tentang banyak hal yang baik, lalu menyarankan untuk menjauhi kemungkaran. Sekedar iseng mengutip kata Widji Thukul, Hanya Ada Satu Kata, Cari! (seharusnya Hanya Ada Satu Kata, Lawan! Itu kata mbah Thukul beberapa era yang lampau). Wahahahahaha….


Salam!

0 komentar:

Posting Komentar