Senin, 11 Agustus 2014

Manusia?

Manusia. Dia akan dianggap manusia ketika dia bisa me-manusia-kan manusia-manusia lainnya.

- oOo -

Era teknologi semakin maju pesat. Hampir di semua sendi kehidupan kini tak ada yang luput dari cumbuan mahluk satu ini. Mulai dari yang namanya komputer sampai yang lagi 'booming' di gerombolan kanca-kancaku sekarang, smartphone kalo ndak salah.

Terus, kenapa dengan smartphone, teknologi, dan segala tetek bengeknya? Kalau masalah tiga hal diatas tadi aku ndak ada masalah. Tapi, efeknya itu lho, njancuk'i. Asu-lah pokok'e
Kemajuan pesat teknologi tadi akhirnya mewabah ke hampir semua kanca-kancaku. Lha yang nggarai aku misuh-misuh kui  begini, ketika mereka asik dengan smartphone dan sekutunya tadi mereka jadi lupa diri. Kanca-kancaku yang tadinya sering ketemu, kumpul bareng (tapi ndak kumpul kebo), ngopi sekarang berubah. Bukan tiba-tiba jadi ndak pernah ngopi. Ngopinya tetep, tapi forum ngopinya tadi jadi beku. Kaku. Mati. Terus, ndak salah juga kan aku ngomong ASU!! kalau sudah begini keadaannya.

Rabu, 23 Juli 2014

Mulai Berceloteh

'Ngopi oleh pahala yo ngene iki'. Celetukan salah seorang pemuda disampingku. Hahahaha.... Kalian mungkin bertanya. Celetukan tadi keluar dari cocot salah satu pengunjung warung kopi. Terus, apa yang jadi dasar celetukannya? Jadi, disini merupakan salah satu tempat ngopi di kota ini. Bukan kafe elit, bahkan jauh dari kata mewah. Ini cuma halaman parkir stasiun radio di kotaku. Aneh, mungkin buat kalian yang belum pernah kesini. Kalau main ke Jember coba mampir kesini. Prosalina. Ya, seperti yang kubilang tadi halaman parkir radio ini setiap malam disulap jadi tongkrongannya pemuda-pemudi.

Nah, kembali ke ngopi yang berpahala. Kok, bisa ngopi berpahala? Sepintas kemudian aku baru ngeh. Di stasiun radio ini tiap malam di bulan ramadhan ini dijadikan medan laga buat umat-umat yang getol baca ayat-ayat suci milik-Nya. Lomba Tilawatil Qur'an. Ya...ya... bener juga soal 'ngopi berpahala' tadi. Kalau ndak salah (berarti bener cuk), mendengar orang baca Qur'an saja sudah berpahala, apalagi baca. He.. he.. he.. he.. aku ndak nyuruh kalian baca Qur'an lho, masalah itu sih kembali ke pribadi masing-masing wae. Kalo sedikit dibahas, enak juga kalo tiap nyangkruk ngopi terus didendangkan ayat Tuhan macam begini. Mungkin, bisa jadi pahala kita sedikit-sedikit bakal bertambah. Hwa.. hwa.. ha.. ha..